Cuap..cuap.. kebelet pengen ngoceh ni..
Sekarang gue mau ngoceh tentang, pola makan masyarakat
Indonesia. Yah, seperti yang kita ketahui, orang Indonesia itu rata2 ehem, pendek kurang tinggi ya, dan banyak
juga yang punya body kurus, kurus banget dan kalo gemuk eh malah gendut banget.
Gue sebagai salah satu masyarakat Indonesia ngerasa iri sama orang2 yang ada di
luar Indonesia. Kita berkaca ke Negara2 Eropa ataupun Asia Timur hmm pokoknya
luar Indonesia ya, disana orangnya tinggi2 bener, badan gede, pokoknya good
looking deh, jarang yang tingginya Cuma 1,5 meter atau mungkin lebih pendek
lagi dari itu. Mungkin kalo pas kita ke Eropa sana badan yang biasanya dibilang
normal disini malah dibilang kerdil sama
orang sana, heeeh malu gue.
orang sana, heeeh malu gue.
Sekarang kita liat remaja Indonesia, menurut dosen gue,
remaja Indonesia itu jadi lebih pendek karena pola makan mereka yang lebih
menyukai junk food dan fast food. Asal lo tau ya, makanan sekelas K*C dan
sebagainya itu salah satu makanan junk food. Kenapa? Ya lo pikir aja ayam terus
Cuma digoreng dan dikasih minum soda, itu bisa buat kandungan gizi yang ada di
dalam makanan jadi hilang, emm satu lagi kalo misal kita makan besar atau yang
pake lauk pauk lah ya, usahain ilangin kebiasaan makan dengan disertain minum teh,
kenapa juga? Karena zat2 gizi dari makanan lo tadi uda terdenaturasi
sama kafein yang terkandung di teh tadi, alhasil makanan yang lo makan Cuma
jadi sampah dan otomatis zat gizi yang harusnya diserap sama tubuh lo juga bakal
terbuang percuma. Jadi lebih baik lo minum air putih aja deh kalo pas makan.
Dan bandingkan dengan anak2 di Negara luar sana, mereka
lebih banyak mengkonsumsi makanan tinggi protein hewani dan biasanya mereka
juga makan dalam porsi 2x lipat bahkan mungkin 3x lipat dari porsi kita. Kalo
makan daging untuk standar Internasional itu porsiny 250 gr, sedangkan kita
untuk daging Cuma 50 gr. Bayangin deh, jauh banget perbandingannya dengan orang
kita. Lagi pula kalo mereka lebih suka makanan yang Cuma 1x pengolahan, ga
banyak bumbu. Mangkanya makanan kontinental itu lebih identik dengan rasa asin,
atau malah hambar. Beda sama kita yang kalo masak gila sama bumbu, semua bumbu
atau rempah tersedia, jadi lebih banyakan bumbu yang masuk ke tubuh dibanding
zat gizi dari makanan. Akibatnya, kurang lagi deh gizi buat tubuh kita, pendek
lagi ya pendek lagi.
Tapi, kekurangan zat gizi itu ga cuma buat badan kita beda
jauh ketinggalan sama orang luar, tapi juga bikin kualitas otak kita jadi
dibawah mereka. Kenapa? Oke, sekarang lo ingat kita pernah dijajah sama Jepang.
Kita lama banget dijajah sama orang Jepang, dan tau juga kalo Jepang itu punya
banyak laut sama seperti kita, tapi kenapa kualitas kita jadi beda jauh sama
orang2 disana. Pertama, karena pola makan dan pikir mereka berbeda sama orang
Indonesia, kalau disini untuk makan ikan kita udah jarang banget makan ikan
yang masih benar2 segar, dan ikan yang segar dan berkualitas bagus pun, malah di
ekspor semua ke luar negeri, alhasil kita cuma dapat ikan sisanya. Bandingkan dengan
orang Jepang yang selalu makan ikan
segar, apalagi hampir semua makanannya bernilai protein tinggi, yang bisa
membantu kecerdasan otak kita. Kedua, makanan mereka lebih banyak diolah dengan
satu kali pengolahan saja. Orang jepang suka makanan yang direbus, dan tidak
memiliki banyak bumbu. Sedangkan di Indonesia, selain bumbu pada makanan yang
berlebihan, proses memasaknya pun lebih dari satu kali *bayangin proses
pembuatan rendang*
Dan, tinggi badan orang Indonesia dengan orang Jepang itu
tidak jauh beda dengan orang Indonesia dulu. Tapi sekarang, banyak orang Jepang
yang postur tubuhya lebih tinggi dibandingkan kita. Ya! Faktor genetik tentang tinggi
badan itu bisa diubah dengan pola makan kita. Kalau dari kecil kita sudah
diasup dengan makanan yang bergizi tinggi, maka pertumbuhan tubuh kita juga
akan berlangsung dengan normal. Dengan banyak mengkonsusi kalsium, fosfor dan
zink, kita bisa tumbuh jadi lebih sehat dalam hal bentuk badan.
Kebiasaan orang Indonesia yang sering salah dan bisa
berpengaruh bagi pertumbuhan anak adalah.
1.
Pemberian MP ASI terlalu cepat, padahal kita tau
kalau anak itu harus diberikan ASI sampai usia 6 bulan tanpa pendamping apapun,
jadi si anak Cuma minum asi sampai usia 6 bulan. Biasa disebut ASI eksklusif. Kenapa
si anak harus minum ASI sampai usia 6 bulan, kenapa tidak ada MP ASInya? Ya,
karena alat pencernaan si anak belum mampu untuk melakukan proses pencernaan
terhadap makanan lain kecuali asi, yang kalau dipaksakan dengan mengkonsumsi
makanan yang berat akan mengakibatkan sakit pada si anak. Bisa, si anak jadi
terserang diare, dan lain sebagainya.
2.
Waktu melahirkan, air susu yang pertama kali
keluar pada saat melahirkan atau kolostrum malah dibuang oleh si Ibu. Kadang,
mereka berpikir kolostrum itu adalah susu basi. Karena warnanya yang sedikit
kekuningan *agak mirip bentuk nanah* , padahal nilai gizi pada kolostrum itu tinggi
banget dan tentunya kaya protein.
3.
Terlalu percaya dengan tabu makanan. Misal, pada saat
hamil ga boleh makan nanas, pisang dan mentimun. Bahkan mereka percaya bahwa nanas bisa menyebabkan
keguguran (Dyahumi, 2010). Faktanya, konsumsi pisang, nanas, dan mentimun
justru disarankan karena kaya akan vitamin C dan serat yang penting untuk
menjaga kesehatan tubuh dan melancarkan proses pembuangan sisa-sisa pencernaan.
4.
Anggapan kalau mengonsumsi ikan laut, ikan asin,
udang dan kepiting menyebabkan ASI menjadi asin.
Di masyarakat Betawi, berlaku pantangan makan ikan
laut, ikan asin, udang dankepiting karena dapat menyebabkan ASI menjadi asin
(Anonim,2009). Padahal, protein yang terkandung dalam ikan laut, ikan asin,
udang dan kepiting dapat meningkatkan kecerdasan otak si anak.
Jadi
sedikit banyaknya ya itu, salah satu penyebab masyarakat Indonesia jauh
ketinggalan sama orang luar dari segi makanannya. Gue harap setelah ini orang2
Indonesia bisa memperbaiki pola makan mereka, yang juga bisa berpengaruh buat
keadaan Negara kita sendiri ^ ^
Gambar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar